Ternak

Senin, 28 September 2015

CIRI CIRI KOMPOS SUDAH MATANG

Kompos merupakan dekomposisi bahan-bahan organik atau proses perombakan senyawa yang kompleks menjadi senyawa yang sederhana dengan bantuan mikroorganisme. Kompos didefinisikan sebagai campuran pupuk dari bahan organik yang berasal dari tanaman atau hewan atau campuran keduanya yang telah terlapuk sebagian dan dapat berisi senyawa-senyawa lain seperti abu, kapur dan bahan kimia lainnya sebagai bahan tambahan dimana unsur-unsur tersebut adalah unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman.
Sifat Fisik Kompos :
1.   Berwana coklat kehitam-hitaman.
2.   Tidak berbau busuk.
3.   Tekstur kompos, sedikit berserat halus.
4.   Kadar air, secara visual, apabila dikepal kuat tidak menjadi bergumpal keras ketika kepalannya dibuka juga tidak terurai terlepas seperti pasir kering.
Sifat Kimia Kompos
1.   pH 6,5-7,5
2.   Rasio C/N 10-20
3.   Kapasitas tukar Kation ≥ 20 meq/100gr
4.   Daya hantar Listrik ≥ 2 mhos/ cm
5.   Nitrogen 0,4-3,5 %
6.   Phospor 0,3-3,5%
7.   Potasium 0,5-1,8%
CIRI CIRI KOMPOS SUDAH MATANG
Sumber:
Tan, K.H. 1993. Environmental Soil Science. Marcel Dekker. Inc. New York

Minggu, 27 September 2015

PENGERTIAN BODY CONDITION SCORE (BCS)

Body Condition Score (BCS) merupakan suatu tehnik penilaian yang membantu peternak dalam menilai tingkat perlemakan atau kegemukan. Kisaran angka untuk menilai yaitu 1-9, berdasarkan bentuk dan konformasi tubuh (bukan berdasarkan bobok atau berat hidup). Sapi dengan bobot hidup sama kemungkinan memiliki BCS yang jauh berbeda. BCS diberikan berdasarkan pada perlemakan pada brisket, iga, punggung, pinggul, tulang duduk dan pangkal ekor. BCS pada sapi pedaging yang optimal adalah 5-7.

Penilaian ternak sapi sangat tergantung kepada : jenis, bangsa dan tipe ternak. Masing-masing jenis, bangsa dan type memiliki karakteristik yang berbeda dalam hal produksi daging. Sapi Brahman dan sapi Simental (berbeda bangsa), dengan berat hidup yang sama akan menghasilkan jumlah dan kualitas daging yang berbeda.
PENGERTIAN BODY CONDITION SCORE (BCS)
Body Condition Score(BCS) atau skor kondisi tubuh sapi sangat mempengaruhi keberhasilan usaha penggemukan. Menurut OFAC (2010), sapi bakalan yang baik untuk digemukkan adalah sapi dengan nilai BCS 2,5 (kurus) dan 3 (sedang) untuk kisaran angka 1-5. Selama ini belum ada penelitian yang melihat perbedaan BCS antara bangsa sapi yang digemukkan pada usaha penggemukan, oleh karena itu perlu ada kajian ilmiah.

Jenis Bambu Yang Digunakan Untuk Fermentasi Dadih

Umumnya bambu yang digunakan sebagai wadah fermentasi dadih di Sumatera Barat ada tiga jenis yaitu, bambu talang (Schizoztachyum brachycladum), bambu gombong (Gigantocloa verticallata) dan bambu betung ( Dendrocalamus asper ). Bambu talang (Schizoztachyum brachycladum) bambu ini dikenal dengan nama daerah buluah ampo dan pada beberapa daerah lain disebut juga buluh. Bambu jenis ini banyak digunakan untuk fermentasi dadih yang berasal dari daerah Batu Sangkar dan Kabupaten Solok. Bambu ini mempunyai kultur bakteri asam laktat paling banyak adalah genus Lactobacillus dan Leuconostoc. Bambu gombong (Gigantocloa verticallata) bambu jenis ini banyak digunakan untuk fermentasi dadih yang berasal dari Bukit Tinggi. Bambu ini mempunyai kultur bakteri asam laktat paling banyak adalah genus Lactobacillus. Bambu betung ( Dendrocalamus asper ) bambu ini dikenal dengan nama daerah batuang gadang, banyak digunakan untuk dadih yang berasal dari Kabupaten Agam, Kabupaten 50 kota, dan Kabupaten Solok. Bambu ini mempunyai kultur bakteri asam laktat paling banyak adalah genus Lactobacillus.

bambu untuk fermentasi dadih

Bambu betung (Dendrocalamus asper) juga dikenal dengan nama Bambusa Aspera Schultes, Dendrocalamus Flagelifer, Gigantochloa Aspera Schultes, Dendrocalamus Merrilianus Jenis bambu ini mempunyai rumpun yang agak sedikitrapat. Warna batang hijau kekuning-kuningan. Ukurannya lebih besar dan lebih tinggi dari jenis bambu yang lain. Tinggibatang mencapai 20 m dengan diameter batang sampai 20cm. Ruas bambu betung cukup panjang dan tebal,panjangnya antara 40 - 60 cm dan ketebalan dindingnya 1 -1,5 cm. Jenis bambu ini dapat ditemui di dataran rendah sampaiketinggian 2.000 m dpl. Bambu ini akan tumbuh baik bilatanahnya cukup subur, terutama di daerah yang beriklimtidak terlalu kering.Bambu betung sifatnya keras dan baik untuk bahan bangunan karena seratnya besar-besar serta ruasnya panjang

Jumat, 25 September 2015

Nutrisi Dadih - Makanan Fermentasi menyehatkan

Dadih memiliki tekstur padat, dengan kadar keasaman (pH) sekitar 3,4. Karakteristik dadih susu kerbau adalah sebagai berikut: kadar air 84,35%, protein 5,93%, lemak 5,42%, karbohidrat 3,34%. Komposisi gizi akan sangat tergantung dari kualitas susu yang digunakan. Saat ini pengolahan dadih masih dikerjakan oleh industri rumah tangga pangan (IRTP). Penyebarannya juga masih sangat terbatas yaitu di propinsi Sumatera Barat terutama di daerah Bukit Tinggi dan Payakumbuh dan di propinsi Riau. Belum berkembangnya industri pengolahan dadih di Indonesia kemungkinan dikarenakan beberapa faktor antara lain bahan baku susu kerbau, penggunaan bambu dan tidak tersedianya kultur untuk starter dadih. (Budjianto, 2010)

dadih

Dadih mengandung bakteri asam laktat yang telah diidentifikasi termasuk golongan probiotik. Dengan mulai timbulnya kesadaran masyarakat akan manfaat susu fermentasi terutama yang mengandung probiotik, maka industri dadih di Indonesia mempunyai peluang yang baik untuk dikembangkan.Walaupun telah banyak penelitian yang dilakukan tentang bakteri asam laktat yang ada di dadih, sampai saat ini belum ada ketersediaan starter dadih di pasar. Dan ini yang menjadi titik lemah pada industri fermentasi susu di Indonesia tidak hanya dadih tapi juga industri yoghurt. Pada industri yoghurt skala menengah besar starter bakteri asam laktat masih dimpor dari Eropa.

Selasa, 22 September 2015

Cara Membuat Dadih, Fermentasi Susu Kerbau dari Minang

Dadih adalah bahan pangan tradisional dari daerah Sumatera Barat dan Riau, berasal dari susu kerbau segar yang dibuat dengan cara fermentasi alami dalam tabung bambu yang ditutup dengan daun pisang atau plastik. Proses pembuatan dadih ini sangat sederhana. 

Pertama, susu kerbau segar yang baru diperah disaring untuk memisahkan kotoran atau benda asing yang masuk selama pemerahan, kemudian dimasukkan ke dalam tabung bambu yang telah dipotong (dengan panjang masing-masing kurang lebih 5 cm dari ruas/buku bambu). Bambu yang digunakan harus masih segar atau belum kering, karena dari hasil penelitian bambu pada bagian dalam bambu inilah yang mengandung bakteri asam laktat (BAL) yang membuat susu kerbau menggumpal menjadi dadih. 

dadih

Kedua, tabung bambu yang telah berisi susu kerbau ini ditutup dengan daun pisang atau plastik dan diikat dengan karet gelang. 

Ketiga, tabung bambu yang telah berisi susu kerbau dibiarkan dalam ruangan yang tidak kena sinar matahari langsung (difermentasi) selama kurang lebih 2 hari atau sampai menjadi kental/menggumpal. 

Jumat, 18 September 2015

Mengenal Dadih - Susu fermentasi alami asal Sumatera barat

Dadih adalah produk olahan dari susu kerbau yang dibuat dengan cara fermentasi alami pada suhu kamar selama 2 hari. Saat ini dadih dikonsumsi sebagai makanan adat, disuguhkan pada acara pernikahan dan pemberian gelar datuk di daerah Sumatra Barat, selain di daerah Sumatra Barat dadih juga terdapat di daerah Riau. Umumnya dadih dikonsumsi langsung bersama nasi setelah diberi irisan bawang merah dan cabe merah, atau dadih dicampurkan ke dalam minuman es bersama emping ketan, santan dan gula merah. Dadih yang disenangi oleh konsumen adalah yang berwarna putih, bertekstur lembut dengan aroma spesifik. Dewasa ini yang menjadi masalah besar adalah konsumsi dadih yang terus menurun, sehingga menyebabkan masa depan dari produksi susu kerbau dan dadih menjadi suram (Ibrahim, 2010)

dadih susu kerbau

Pembuatan dadih sampai saat ini masih dilakukan secara tradisional, sehingga kualitas dadih yang diperoleh berbeda-beda. Belum adanya standar pembuatan dadih menyebabkan kualitas dadih yang diperoleh bervariasi pada masing-masing pengolah. Upaya-upaya peningkatan kualitas dadih baik secara fisik, kimia, maupun mikrobiologis sangat diperlukan.Upaya pengembangan dadih dari makanan tradisional menjadi salah satu produk bahan pangan olahan susu yang mempunyai peluang besar menjadi produk komersial telah banyak dilakukan. Upaya-upaya tersebut antara lain melalui  penggantian susu kerbau dengan susu sapi. Pada umumnya, peminat susu kerbau relatifsedikit, mungkin hal ini akibat persediaan yangterbatas, tidak ada pemasaran atau tidakdisukai karena kandungan lemak yang dapatmenyebabkan rasa mual atau bahkan sampaimembuat diare apabila susu kerbau di minumdalam jumlah yang cukup banyak.

Dadih diolah secara tradisional oleh masyarakat di Minangkabau atau dengan kata lain dadih di fermentasi secara alami yang berbahan baku susu kerbau dalam wadah bambu. Pembuatan dadih sangat sederhana setelah susu kerbau di perah disaring dan di tuang kedalam tabung bambu, kemudian di tutup dengan daun pisang. Dadih yang sudah di tutup dengan daun pisang selanjutnya di diamkan selama dua hari pada suhu ruangan. Penggunaan bambu sebagai wadah tempat penyimpanan susu ini sangat berpengaruh terhadap mutu dadih, hal ini juga pernah dinyatakan Sayuti (1993) dadih yang dibuat dari bambu betung akan bewarna putih seperti susu dengan tekstur yang licin. Pembuatan dadih di Sumatera Barat biasanya dilakukan dari 3 macam bambu yaitu bambu betung, bambu talang dan bambu gombong. 

Kamis, 17 September 2015

COPROPHAGY PADA KELINCI

Kelinci termasuk pseudoruminan atau ruminansia semu karena merupakan hewan herbivora non ruminansia yang mempunyai system pencernaan monogastrik dengan perkembangan sekum dan kolon seperti pencernaan ruminansia. Sebagai ternak ruminansia semu, kelinci dapat mencerna sebagian serat kasar, terutama dari bahan nabati, dengan bantuan bakteri yang hidup di dalam sekum dan colon. Kelinci juga bersifat coprophagy, yaitu memakan kembali feses yang dikeluarkan dan biasanya terjadi pada malam hari atau pagi hari. Coprophagy sendiri berasal dari bahasa yunani copros yang berarti feses dan phagein yang berarti makan.

Dalam proses pencernaan, kelinci mengeluarkan dua jenis feses, yakni feses normal yang biasa ditemukan dibawah sangkarnya dan  feses berbentuk lebih kecil dan lembek serta menggumpal (Kartadisastra, 1994). Kelinci akan melakukan suatu proses recyclingyang disebut coprophagy, yaitu feses yang lembek dimakan kembali dan dipakai sebagai sumber nutrien tertentu. Kelinci memakan kembali fesesnya biasanya dilakukan pada malam hari, dimana feses masih dalam keadaan lembek. Feses tersebut mengandung banyak nutrien yang diperlukan oleh kelinci yaitu protein (asam amino) dan kelompok vitamin B. Jadi dalam memenuhi asam amino serta vitamin B komplek kelinci melakukan coprophagy yang mulai dilakukan pada umur 3–4 minggu, setelah kelinci memakan pakan yang solid (Prawirokusumo, 1994).
COPROPHAGY PADA KELINCI
Sumber gambar: http://www.barrowbunnies.com
Hal ini terjadi berdasar pada kontruksi saluran pencernakannya. Walaupun memiliki sekum yang besar, kelinci ternyata tidak mampu mencerna bahan bahan organik dan serat kasar dari hijauan sebanyak yang dapat  dicerna oleh ternak ruminansia murni (sapi, kambing). Melahap tinjanya sendiri bukanlah tanda ketidakwajaran atau ketidakwarasan pada kelinci. Corprophagy merupakan perilaku normal, sehat, dan sangat perlu dilakukan kelinci untuk menjaga kesehatannya secara menyeluruh.

Sumber:
Kartadisastra, H. R., 1994. Kelinci Unggul. Kanisius. Yogyakarta.
Prawirokusumo, S. 1994. Ilmu Gizi Komparatif. BPFE. Yogyakarta.