Ternak

Tampilkan postingan dengan label afrika. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label afrika. Tampilkan semua postingan

Jumat, 06 November 2015

Mengenal Kambing Nubian, Kambing Perah dari Afrika

Kambing Nubian merupakan kambing Afrika yang khusus digunakan sebagai kambing perah, walaupun strain yang terbaikpun tidak menunjukkan produksi susu yang istimewa. Namun demikian ambingnya dapat berkembang dengan sangat baik / ideal sebagai ternak perah, dan kambing ini merupakan progenitor / yang memberikan darahnya pada kambing Anglo Nubian.

Di beberapa lokasi di Afrika, untuk mencegah kerusakan ambing karena terkena tanah akibat ambingnya yang terlalu besar, ambing tersebut biasanya disangga dengan semacam tas dari kulit. Kambing Nubian besar, kakinya panjang, mempunyai daun telinga panjang dan menggantung, profil mukanya "Roman nose", terutama pada yang jantan. Tinggi gumba dan berat badan kambing jantan yang dewasa 35 inchi dan 175 lbs., sedangkan kambing betina dewasa mempunyai tinggi gumba 30 inchi dan berat badan 135 lbs. 


Pada beberapa strain baik yang jantan maupun betina kambing ini bertanduk, tetapi ada juga strain yang tidak bertanduk. Warna bulu pada umumnya hitam, coklat dan bulunya panjang. Produksi susu berkisar antara 1 – 2 kg per hari atau 120 – 140 kg per tahun dalam dua kali laktasi.

Rabu, 04 November 2015

Mengenal Kambing Anglo Nubian, Kambing Perah dari Afrika

Kambing Anglo Nubian ditinjau dari penampilan dan performans tampaknya merupakan persilangan antara kambing Jamnapari dari India dan kambing Nubian yang berasal dari Afrika. Kambing tersebut merupakan ternak kambing yang besar, mempunyai kaki yang tinggi dengan kulit yang baik dan bulu yang mengkilap. Kambing ini mempunyai telinga yang panjang dan menggantung, profil mukanya konveks (cembung) yang biasa disebut “Roman nose”. 

Bentuk kepala kambing ini secara keseluruhan seperti bentuk kepala unta, dan biasanya tidak bertanduk. Warna bulunya sangat bervariasi. Kambing ini merupakan kambing dual purpose (daging dan susu), produksi susunya tidak sebaik kambing-kambing dari Swiss, tetapi telah terbukti bahwa kambing tersebut paling cocok dikembangkan di daerah tropis. 


Oleh karena itu telah dikembangkan secara meluas untuk grading-up kambing-kambing lokal untuk tujuan produksi daging dan susu di beberapa negara seperti India Barat, Mauritius, Malaysia dan Philipina. Di Trinidad  pada puncak laktasi produksi susunya dapat mencapai 2 – 4 kg per hari dengan rata-rata 1 – 2 kg per hari. 

Di Mauritius Anglo Nubian menghasilkan susu 221 kg dalam periode laktasi 247 hari,  susunya mempunyai kadar lemak yang tinggi, rata-rata 5,6%, sehingga kambing tersebut dijuluki / disebut “Jersey cows in the goat world”.