Ternak

Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Unggas. Tampilkan semua postingan

Jumat, 01 Mei 2015

Pengenaan Sistem Pencernaan ( Traktus digestivus ) pada Ruminansia, non-ruminansia, dan Unggas.

Alat pencernaan berupa suatu saluran yang terentang dari mulut sampai anus (dubur). Berdasarkan susunan anatomi dan fisiologi alat pencernaan pada berbagai hewan ternak terdapat perbedaan. Perbedaan tersebut disebabkan oleh adanya perbedaan jenis pakan dan proses pencernaannya. Pada ternak dapat digolongkan menjadi tiga golongan, yaitu golongan ruminansia, non-ruminansia, dan unggas.
I. Alat pencernaan ruminansia dan non ruminansia terdiri dari:
1. Mulut dan alat perlengkapannya (gigi, lidah, bibir, pipi, rahang dan langit-langit atau palatum)
2. Tonsil
3. Pharinx
4. Oesophagus
5. Lambung
Ruminansia: rumen, reticulum, omasum, abomasum
Non ruminnasia: lambung tunggal
6. Usus halus : duodenum, jejunum dan ileum
7. Usus besar : coecum dan colon
8. Rectum
9. Anus
10. Alat pencernaan tambahan: Kelenjar ludah (glandula saliva), pencreas, dan hati


1. Mulut
Mulut beserta perlengkapannya digunakan untuk mengambil makanan dan minuman, memecah makanan menjadi pertikel-psrtikel yang lebih kecil, menggiling dan mencampurnya dengan saliva serta pembentukan bolus. Disamping itu ada juga yang dipakai sebagai senjata defensif maupun ofensif. Gigi dan lidah dikelilingi oleh pipi, bibir dan otot-otot (musculus untuk menggerakan rahang).
Gigi. Gigi susu atau gigi sementara atau gigi desiduosa (D) adalah gigi yang tumbuh pada saat masih anak (muda) dan akan diganti dengan gigi yang tetap pada sat menjadi dewasa. Menurut bentuk dan fungsinya ada 4 macam gigi, yaitu: gigi seri atau incisivus (I), gigi taring atau caninus (C), gigi geraham depan atau premolar (P), gigi geraham belakang atau molar (M). Gigi geraham belakang ini tidak ada pada gigi susu.
Lidah. Lidah dibentuk oleh masa otot yang ditutupi oleh membrana mucosa. Pada permukaan dorsalnya ditutupi oleh papila yang terdiri dari sel-sel epithel squamous. Ada tiga macam papila, yaitu: papilla filiform, papilla fungiform dan papilla circumvallate. Papila filiform bentuknya seperti rambut, letaknya tersusun membentuk baris-baris yang berjalan menyebar ke kiri dan ke kanan dari garis tengah membentuk huruf V. Pada kuda papilla ini lebih pendek dan lebih halis daripada ternak lain sehingga terasa lembut seperti beludru. Papilla fungiform bentuknya seperti jamur (fungus) tersebar diantara palilla filiform dan terutama banyak dekat ujung lidah. Papilla circumvallate tersusun sepanjang garis gustatory (garis yang membatasi bentuk V pada papilla filiform). Taste buds (puncak cita rasa) terdapat pada papilla fungiform dan papilla circumvallate. Taste buds juga terdapat pada palatum (langit-langit mulut), pharynx dan larynx. Lidah selain sebagai alat perasa yang penting juga digunakan untuk mengambil dan memasukkan makanan ke dalam mulut, serta membantu proses pengunyahan untuk membentuk bolus makanan (sapi).
Bibir. Bibir domba, kambing dan kuda bersifat lunak dan mudah bergerak (fleksibel). Bibir pada ternak ini ikut membantu mengambil makanan. Bibir sapi dan babi lebih keras/kuat dan tidak mudah bergerak sehingga fungsinya hanya untuk menutup mulut.
Pipi. Pipi tersusun dari otot (musculus) yang ditutupi oleh kulit pada bagian luar, dan di bagian dalam dilapisi oleh membrana mucosa. Fungsi pipi selain sebagai dinding rongga mulut, juga membantu lidah dalam menempatkan makanan diantara gigi-gigi pada saat mengunyah.
Rahang. Rahang tersusun dari kerangka tulang, terdiri dari rahang atas (maxila) dan rahang bawan (mandibula). Rahang ditutupi oleh otot-otot (musculus) masseter, temporalis, pterygoideus. Musculuas pterygoidues juga untuk menggerakkan rahang ke depan, ke kiri dan ke kanan dalam proses menggiling makanan. Sedangkan untuk membuka dan menutup mulut rahang digerakkan oleh musculus digasticus, musculus occipitomandibularis dan musculus sternomandibularis.
Palatum. Palatum atau langit-langit keras membatasi rongga mulut dibagain atas dan ke arah belakang menjadi palatum lunak yang memisahkan mulut dengan nasopharynx.
2. Tonsil
Tonsil terdiri dari jaringan lymphatic. Ada tiga macam tonsil, yaitu: tonsil lingual, tonsil palatin dan tonsil pharyngeal. Tonsil lingual terletak pada dasar lidah. Tonsil palatin terletak antara kelenjar glassopalatine dan pharyngopalatine. Tonsil pharyngeal terletak pada dinding atas bagian posterior dari bagian nasal pharynx. Tonsil pharyngeal tidak berpasangan (satu buah), sedangkan tonsil lingual dan palatin berpasangan. Fungsi tonsil adalah sebagai penghalang masuknya bibit penyakit yang masuk lewat mulut dan hidung karena memproduksi sel darah putih terutama lymphocyte.
3. Pharynx
Pharynx merupakan lanjtan ke belakang dari rongga mulut, dan dibagi menjadi tiga bagian. Bagian atas disebut nasal, bagian tengah disebut oral dan bagian bawah disebut laryngeal pharynx. Ada beberapa lubang saluran ke pharynx, yaitu berhubungan dengan mulut dan hidung (2 buah), dengan telinga (dua saluran eustasius), dengan oesophagus dan dengan larynx yang menghubungkan ke trachea.
Arus makanan ke saluran pencernaan dan arus udara ke saluran pernafasan melewati pharynx. Udara yang dihirup masuk rongga hidung, kemudian melewati pharynx masuk le larynx. Pada saat itu lubang ke saluran pencernaan (oesophagus) ditutup oleh epiglottis secara reflex. Sebaliknya pada saat makanan dari mulut masuk ke pharynx kemudian didoring masuk ke oesophagus oleh kontarksi otot-otot pharyngeal, selama periode tersebut larynx ditutup secara reflex oleh epiglottis.
4. Oesophagus
Oesophagus merupakan saluran muskuler yang menhubungkan pharynx dengan lambung. Oesophagus dari rongga dada melewati diaphragma pada hiatus oesophagus masuk ke rongga perut, bergabung dengan lambung pada bagian cardiac.
5. Lambung
Non-ruminansia mempunyai lambung tunggal/sederhana (monogastric), tereltak di belakang sisi kiri dari diaphragma. Lambung non-ruminansia dapat dibagi menjadi 4 bagian, yaitu:
a. Bagian oesophagus, yaitu tempat bermuaranya oesophagus. Bagian ini pada kuda besar, tetapi pada babi kecil.
b. Bagian kelenjar cardiac. Mukosanya mengandung kelenjar yang memproduksi mucus. Bagian ini kecil pada kuda, sedangkan pada babi besar.
c. Bagian kelenjar fundus. Kelenjar fundus mengandung 3 tipe sel, yaitu:
 Sel mucosa yang memproduksi mucus
 Sel parietal yang memproduksi HCl
 Sel peptic atau sel zymogen yang memproduksi enzim, misalnya pepsin, rennin.
d. Bagian kelenjar pylorus. Kelenjar ini sebagian besar selnya memproduksi mucus. Sel G memproduksi hormon gastrin
Ruminansia mempunyai lambung kompleks yang terdiri dari 4 bagian, yaitu rumen, reticulum, omasum dan abomasum. Pada waktu ruminansia masih menyusu rumen dan reticulum belum berkembang sempurna sehingga air susu terus masuk ke dalam omasum dan abomasums.
Rumen dapat dibagi menjadi 2 bagian/kantong, yaitu bagian dorsal dan bagian ventral. Bagian dorsal mempunyai lubang ke depan berhubungan dengan reticulum dan oesophagus bermuara ke dalam rumen pada daerah yang disebut atrium. Bagian dorsal dan bagian ventral dipisahkan oleh sekat cranial dan caudal yang merupakan peninggian musculus yang kuat dari dinding rumen. Mucosa rumen terutama pada bagian ventral terdapat tonjolan-tonjolan yang disebut papilla rumen.
Reticulum terletak di belakang diaphragma dan berhubungan dengan omasum lewat lubang yang disebut orificium reticulo-omasal. Mucosa dinding reticulum mempunyai struktur seperti sarang lebah sehingga mudah dikenal.
Omasum berhubungan dengan abomasum melalui lubang yang berbentuk oval besar disebut orificium omaso-abomasal. Dinding dalam omasum mempunyai lembaran-lembaran yang panjangnya tidak sama.
Abomasum merupakan perut kelenjar, mempunyai dua bagian. Yang pertama bagian fundic yang dindingnya berlipat-lipat dan mengandung kelenjar-kelenjar seperti lambung hewan lain. Bagian kedua antrum pyloric yang berotot (musculus) dan pada mucosanya terdapat kelenjar pylorus yang spesifik

Sistem Respirasi Ternak

Respirasi meliputi semua proses kimia dan fisik dimana organisme menukar udara/gas dengan lingkungannya. Prinsip pertukaran udara tersebut meliputi oksigen (O2) dan karbondioksida (CO2), dimana O2 diambil dari atmosfir dan diperlukan oleh jaringan tubuh untuk metabolisma oksidasi, sedangkan CO2 merupakan produk akhir yang penting dari metabolisme dan harus dibuang dari tubuh. Kemampuan untuk bertahan hidup tergantung pemeliharaan konsentrasi dan jumlah yang benar dari O2 dan CO2 dalam jaringan. Istilah pernafasan, yang lazim digunakan menyangkut dua proses, yaitu:
1. External respiration (pernafasan luar) yaitu pertukaran udara yang terjadi di dalam paru-paru, penyerapan O2 dan pengeluaran CO2 dari tubuh secara keseluruhan.
2. Internal respiration (pernafasan dalam) yaitu pertukaran udara yang terjadi pada jaringan-jaringan. Penggunaan O2 dan pembentukan CO2 oleh sel-sel tubuh.
Sistem respirasi terdiri dari organ pertukaran gas (paru) dan sebuah pompa ventilasi paru. Pompa ventilasi terdiri dari dinding dada; otot-otot pernafasan, yang memperbesar dan memperkecil ukuran rongga dada; pusat pernafasan di otak yang mengendalikan otot pernafasan; serta syarat yang menghubungkan pusat pernafasan dengan otot pernafasan. Aliran O2 dan CO2 antara udara dan darah di dalam paru-paru dan diantara kapiler darah dan sel-sel jaringan terjadi secara difusi.

Anatomi Alat-alat Pernafasan
Alat-alat pernafasan pada mamalia terdiri dari:
 Paru-paru dan saluran-salurannyaSetelah melalui saluran hidung dan pharinx, tempat udara pernafasan dihangatkan dan dilembabkan dengan uap air, udara inspirasi berjalan menurini trakea melalui bronkiolus, bronkiolus respiratorius dan duktus alveolaris sampai ke alveoli. Antara trakea dan sakus alveolaris terdapat 23 kali percabangan saluran udara. Enam belas percabangan pertama saluran udara merupakan zona konduksi yang menyalurkan udara dari an ke lingkungan luar. bagian ini terdiri dari bronkus, bronkiolus dan bronkiolus terminalis. Tujuh percabangan berikutnya merupakan zona peralihan dan zona respirasi, tempat terjadinya pertukaran gas, dan terdiri dari bronkiolus respiratoris, duktus alveolaris dan alveoli. Adanya percabangan saluran udara yang majemuk ini sangat meningkatkan luas total penampang melintang saluran udara, dari 2,5 cm2 di trakea menjadi 11,800 cm2.
Tiap alveolus dikelilingi oleh pembuluh kapiler paru. Tiap alveolus dilapisi oleh dua jenis sel epitel. Sel tipe I merupakan sel gepeng yang memiliki perluasan sitoplasma yang besar dan merupakan sel pelapis utama. Sel tipe II (penumosit granular) lebih tebal dan mengandung banyak badan inklusi lemelar. Sel-sel ini mensekresikan surfaktan.
 Tulang dada dan sakus pleura (pembungkus)
 Diaphragma dan otot-otot dada
 Saraf-saraf aferen dan eferen yang berhubungan dengan semua struktur-struktur tersebut
Saluran-saluran udara meliputi:
1. Lubang hidung (nostril)
2. Cavum nasalis (rongga hidung)
Lubang hidung mengandung lendir dan lembab, mengandung sejumlah kelenjar, berfungsi untuk menghangatkan dan membasahi udara yang dihisap
3. Pharinx
Merupakan saluran untuk pernafasan dan pencernaan (persimpangan dari keduanya).
4. Larynx
Sebuah katup musculocartilaginous, merupakan organ yang utama untuk bersuara (phonation) dan sebagai variabel resistan untuk memasukkan dan keluarnya udara dari paru-paru.
5. Trachea
Merupakan cincin-cincin kartilago yang terbuka, mengandung sedikit otot polos. Dindingnya dilapisi oleh epitel bersilia yang mengandung kelenjar mukosa (mikus) dan serosa. Sekresi kelenjar dan getaran rambut-rambut mampu membersihkan udara dari debu dan kotoran-kotoran lainnya.
6. Bronkus
Mempunyai struktur dan fungsi yang sama dengan trachea. Dinding bronkus dan bronkiolus dipersarafi oleh susunan saraf otonom. Ditemukan banyak reseptor muskarinik, dan perangsangan kolinergik mengakibatkan bronkokonstriksi.
Mekanisme Pernafasan
Respirasi merupakan dua aktivitas, yaitu inspirasi dan ekspirasi. Fungsi utama sistim respirasi yaitu sebagai pengambilan O2 dan pengeluaran CO2, dan sebagai fungsi tambahannya adalah membantu pengaturan suhu tubuh, pH dan pembentukan suara.
Udara yang dihisap pada saat respirasi mengandung beberapa komponen gas. Susunan udara kering terdiri dari 20,89% O2, 0,04% CO2, 78,06% N2, dan 0,92% unsur-unsur udara lainnya.
1. Inspirasi
Inspirasi merupakan proses yang aktif. Kontraksi otot-otot akan meningkatkan volume intratorakal. Tekanan intrapleura di bagian basis paru akan turun dari nilai normal sekitar minus 2,5 mm Hg (relatif terhadap tekanan atmosfer) pada awal inspirasi, menjadi minus 6,0 mm Hg. Jaringan paru semakin terenggang. Tekanan di dalam saluran udara menjadi sedikit lebih negatif, dan udara mengalir ke dalam paru. Pada akhir inspirasi, daya rekoil paru mulai menarik dinding dada kembali ke kedudukan ekspirasi, sampai tercapai keseimbangan kembali antara daya rekoil jaringan paru dan dinding dada. Tekanan di dalam saluran udara menjadi sedikit lebih positif, dan udara mengalir meninggalkan paru.
2. Ekspirasi
Selama pernafasan tenang, ekspirasi merupakan proses pasif yang tidak memerlukan konstraksi otot untuk menurunkan volume intratorakal. Namun, pada awal ekspirasi masih terdapat konstraksi ringan otot inspirasi. Konstraksi ini berfungsi sebagai peredam daya rekoil paru-paru dan memperlambat ekspirasi.
Volume Paru-paru
Jumlah udara yang bergerak masuk ke dalam paru-paru dalam sekali inspirasi (atau jumlah yang bergerak keluar dalam sekali ekspirasi) disebut volume alun napas (tidal volume/TV). Jumlah udara yang masih dapat masuk ke dalam paru pada inspirasi maksimal, setelah inspirasi biasa disebut volume cadangan inspirasi (inspiratory reserve volume/IRV). Jumlah udara yang dapat dikeluarkan secara aktif dari dalam paru melalui konstraksi otot ekspirasi, setelah ekspirasi biasa disebut volume cadangan ekspirasi (expiratory reserve volume/ERV). Udara yang masih tertinggal di dalam paru setelah ekspirasi maksimal disebut volume residu (residual volume/RV). Ruang di dalam saluran napas yang berisi udara yang tidak ikut serta dalam proses pertukaran gas dengan darah dalam kapiler paru disebut ruang rugi pernafasan. Pengukuran kapasitas vital (vital capacity), yaitu jumlah udara terbesar yang dapat dikeluarkan dari paru setelah inspirasi maksimal, seringkali digunakan di klinik sebagai indeks fungsi paru-paru.
Volume paru-paru pada berbagai species
Species TV (ml) IRV (ml) ERV (ml) RV (ml)
Kelinci 15,8
Kucing 34
Kambing 310
Sapi (tiduran) 3100
Sapi (berdiri) 3800
Kuda 6000 12000 12000 12000
Manusia 400 310 1200 1200
Tekanan pasial udara respirasi pada saat istirahat pada anjing dan manusia
PO2 (mm Hg) PCO2 (mm Hg)
Alveoli 100 40
Darah arteri 95 40
Darah vena 40 46
Jaringan 30 50
Hipoxia
Apabila tekanan parsial O2 dibawah normal, maka hewan dalam keadaan hypoxia, sedangkan absennya (tidak adanya) O2 dalam jaringan disebut anoxia. Klasifikasi hypoxia dibagi menjadi 4, yaitu:
1. Ambient hypoxia (hypoxia hypoxic)
Disebabkan rendahnya tekanan parsial O2 dalam udara sekitar (lingkungan) yang akan mempengaruhi tubuh secara keseluruhan, hal ini terlihat (terjadi) pada ketinggian tempat, tempat (ruang) yang tertutup atau agen anasthesi, sehingga menyebabkan defisiensi O2 pembuluh darah arteri.
2. Anemia hypoxia (hypoxia anemik)
Dimana tekanan partial O2 darah arteri normal tetapi jumlah Hb yang tersedia untuk mengangkut O2 berkurang. Biasanya terjadi bila habis perdarahan, anemia atau kondisi dimana Hb berubah menjadi met-Hb, atau Hb berkombinasi dengan CO (carbon monoxida).
3. Stagnant hypoxia (iskemik)
Disebabkan oleh gangguan umum atau lokal dari sirkulasi darah, sehingga aliran ke jaringan sangat lamban, akibatnya O2 yang cukup tidak dikirim ke jaringan walaupun PO2 dan konsentrasi Hb normal.
4. Histotoxic hypoxia
Jaringan-jaringan tidak dapat menggunakan O2 dalam oksidasi fisiologisnya secara normal. Sedangkan jumlah dan tekanan parsial O2 dalam arteri normal. Tapi karena adanya gangguan jaringan dalam menggunakan O2. Hal ini biasa terjadi pada keracunan sianida.
Respirasi Pada Unggas
Anatomi: paru-paru kecil dan menempel pada rusuk sehingga secara relatif tidak mengembang. Terdapat kantong udara yang besar, pembuluhnya kurang berkembang. Kontraksi otot-otot pernafasan terjadi selama inspirasi dan ekspirasi (keduanya aktif).
Sistim pernafasan dimulai dengan lubang (nores) bagian luar yang terbuka menuju rongga hidung. Rongga ini dipisahkan oleh septum dan terbuka menuju mulut lewat sebuah celah. Glotisnya terletak pada dasar lidah.
Trakea terbagi dan membentuk 2 bronki utama pada percabangannya merupakan syrinx yang merupakan organ suara pada burung. Udara yang lewat pada membran syrinx menghasilkan suara karaketristik yang berbeda-beda.
Kantong udara terletak di luar paru-paru di dalam rongga badan. Fungsi utama kantong udara sebagai jalan udara dan karena hampir avaskular maka dapat sedikit melakukan pertukaran udara. Ayam, itik, merpati dan kalkun mempunyai 9 kantong udara ( 5 pada bagian anterior dan 4 pada bagian posterior).
Mekanisme Pernafasan
1. Inspirasi: Ukuran daerad dada bertambah, baik ke arah transversal maupun dorsoventral. Pertambahan yang besar terjadi pada bagian caudal dari daerah thoracic, karena sternum dan rusuk-rusuk sternal mengayun ke depan dan ke bawah sedangkan rusuk-rusuk vertebral bergerak ke dalam dan ke depan.
2. Ekspirasi: Gerakan-gerakan tersebut berlawanan arah dan juga otot-otot aponeurosis polmonatis berkontraksi, dan melebarkan paru-paru.
Selama inspirasi tekanan kantung-kantung udara menurun, karena volumenya bertambah, dan pada saat ekspirasi tekanan naik. Paru-paru mengecil selama insiprasi dan mengembang selama expirasi. Selama inhalasi, semua kantung udara terisi dan paru-paru kosong, sedangkan selama exhalasi semua kantung kosong dan paru-paru terisi.
Dibandingkan dengan jenis hewan lainnya, penggunaan oksigan pada bangsa burung relatif tinggi. Sebagai conton, itik dan merpati menggunakan oksigen mencapai 60%, ayam 54%.

Senin, 20 April 2015

Intensif VS Angon, Metode Apa Yang Paling Cocok Untuk Pemeliharaan Bebek Di Indonesia?

   Bebek Sumber : Info Ternak
Ada dua tipe pemeliharaan bebek di indonesia yaitu sistem angon dan intensif. Sistem angon dilakukan dengan mengumbar bebek di areal persawahan dengan tujuan bebek dapat mencari makanannya sendiri sehingga biaya pakan dapat ditekan. Sementara sistem intensif dilakukan dengan mengandangkan bebek disuatu tempat tertentu dan untuk pakan semuanya dilakukan oleh peternak.
Pada kesempatan ini penulis ingin membandingkan sistem pemeliharaan bebek tersebut dari segi modal, keuntungan, kekurangan, tekanan, dan continuitas usaha.
Modal
Intensif. Sistem ini membutuhkan biaya yang lebih besar dibandingkan sistem angon, pembiayaan yang besar ini banyak tertuju pada bibit, persiapan lahan, pembuatan kandang, pakan bebek dan maintenance kandang dan sapronak. Angon. Sistem ini tidak banyak mengeluarkan modal, hanya mengeluarkan biaya untuk pembelian bibit, kandang sementara dan mobilitas ternak
Keuntungan
Intensif. Keuntungan pemeliharaan intensif adalah produksi bisa lebih banyak dari sistem angon (tergantung tata laksana pemeliharaan), bebek dapat diamati lebih baik dan terkoordinasi,angon. Keuntungan dari sistem ini adalah pembiayaan yang lebih terjangkau untuk pembelian pakan ternak.
Kekurangan
Intensif. Sistem ini membutuhkan banyak biaya, angon. Banyak tersita waktu untuk memelihara, baik untuk memindahkan tempat maupun mengawasi bebek.
Tekanan
Tekanan yang dihadapi peternak bebek sistem intensif adalah bau kandang, kenyamanan bebek dalam kandang dan manajemen pakan. Sedangkan untuk sistem angon adalah mencari area yang siap untuk meng-angonkan bebeknya dan manajemen waktu serta resiko kehilangan bebek.
Kesimpulan
Sistem pemeliharaan bebek baik dengan sistem angon maupun intensif mempunyai resiko yang berbeda, sistem apa yang baik tentunya berbeda untuk setiap peternak tergantung dari kualitas peternak dari manejemen pemeliharaan dan keadaan lingkungan.
tentunya tulisan ini banyak kekurangan. hanya sedikit informasi yang bisa di share, perbanyak membaca, silaturahmi tentu membuat banyak info yang anda dapatkan. goodluck. semoga bermanfaat