Ternak

Rabu, 18 November 2015

Mengenal Kerbau Murrah, Kerbau paling populer di Indonesia

Kerbau Murrah adalah salah satu bangsa kerbau yang banyak diternakkan di Indonesia, khususnya di daerah sekitar Medan Sumatera Utara oleh para pekerja perkebunan  dan bekas pekerja perkebunan yang didatangkan dari India selama masa penjajahan Belanda. 

Kerbau Murrah adalah kerbau perah yang paling penting. Daerah asli kerbau Murrah berada di Utara Pradesh Barat, Delhi, Haryana di India serta Karachi di Pakistan. Selain sebagai penghasil susu kerbau Murrah juga tercatat sebagai penghasil lemak yang paling efisien. Daerah asli ternak ini terletak pada wilayah 128o – 30 oLU.


Tanda-tanda spesifik kerbau Murrah : bentuk tubuh massiv, bangun tubuh kuat dengan punggung pendek dan luas. Leher ringan dengan kepala seimbang terhadap bangun tubuh yang padat. Pinggul luas serta berhubungan dengan kuartet kelenjar susu. Anggota badan pendek dan kuat, padat. Ekor mempunyai bulu kipas berwarnan putih. tanduk melingkar dalam bentuk spiral. 

Warna tubuh pada umumnya hitam. Ambing berkembang dengan baik, dengan vena susu tampak menonjol serta ke empat puting susu terpisah satu dengan yang lainnya cukup jauh. Puting kuater belakang pada umumnya lebih panjang daripada yang depan. Tinggi gumba dan panjang badan kerbau jantan 142 cm dan 149,8 cm sedangkan yang betina sekitar 132,1 dan 147,3 cm. Kerbau jantan mempunyai berat badan 566,9 kg dengan lingkar dada 220,7 cm, sedangkan kerbau betina dewasa berat badannya sekitar 430 kg dengan lingkar dada 218,4 cm.


Kerbau Murrah merupakan kerbau perah utama di dunia. Produksi susunya rata-rata 3.500 – 4.000 lbs ( 1 lbs = 0,453 kg) setiap laktasi, bahkan kerbau Murrah yang terseleksi dapat menghasilkan susu 5.000 – 7.000 lbs per laktasi. Keturunan kerbau Murrah yang terbentuk karena perbedaan daerah dan lokasi hidup antara lain Nili, Ravi, dan Kundi.

Senin, 16 November 2015

Mengenal Kerbau Nili dan Ravi, Keturunan Kerbau Murrah dari Pakistan

Kerbau Nili dan Ravi adalah kerbau keturunan kerbau Murrah yang hidup di daerah lembah sungai Sutley dan Ravi di Pakistan. Perbedaan pokok kerbau bangsa ini dengan Murrah adalah menyangkut keadaan muka, dahi dan ukuran. Nili berarti biru yang mencerminkan warna sungai Sutley, sementara Ravi sering disebut sebagai bangsa Sundal bar.

Daerah sebaran kerbau Nili dan Ravi ada diantara 29,5 – 32,5 o LU dan 71 – 75 o BT. Tidak terdapat perbedaan pokok diantara kedua bangsa kerbau ini sehingga mulai tahun 1960 digabungkan sebagai satu bangsa tersendiri khususnya di Pakistan, tetapi tidak di India.

Ukuran umum kerbau Nili : ternak dengan tinggi gumba, panjang badan dan berat badan yang jantan adalah 137,2 cm; 157,4 cm; dan 589,7 kg , sedangkan kerbau betina dewasa 127 cm; 147,3 cm; dan 453,6 kg. Kerbau ini mempunyai tanduk kecil, wall eyes yakni iris mata berwarna putih sebagai tanda khas bangsa kerbau perah ini.


Warna putih pada bagian dahi, muka, moncong, paha, dan bulu kipas ekor. Tidak disukai adanya warna putih pada bagian hock dan knee, ekor hitam, tanduk tebal luas serta tanda putih diatas leher dan bagian tubuh lainnya. Produksi susu dapat mencapai 20 – 24 lbs per hari.

Baca juga : 5 Kerbau Perah Terpopuler

Kerbau Ravi dengan tanda-tanda : tinggi gumba, panjang badan, dan berat badan yang jantan 132,1 cm;  154,9 cm; dan 680 kg, sedangkan yang betina  127 cm;  149,8 cm; dan 635 kg.


Kerbau ini mempunyai dahi datar, wall eyes yaitu iris mata berwarna putih, tanda putih pada bagian kepala, paha, ambing, dan bulu kipas ekor. Produksi susu dapat mencapai 4.000 lbs dalam masa laktasi 250 hari.

Minggu, 15 November 2015

Cara Membuat Instalasi Biogas Sederhana

Cara Membuat Instalasi Biogas Sederhana. Biogas adalah campuran gas metan, NOx, dan CO2 sebagai hasil perombakan limbah organik secara anaerob di dalam digester atau reaktor oleh campuran berbagai kelompok mikroorganisme diantaranya adalah bakteri hidrolitik atau fermentatif, bakteri penghasil asetat dan bakteri metanogenik. Biogas adalah gas yang dihasilkan oleh aktifitas anaerobik atau fermentasi dari bahan-bahan organik termasuk diantaranya; kotoran manusia dan hewan, limbah domestik (rumah tangga), sambah biodegradable atau setiap limbah organik yang biodegradable dalam kondisi anaerobik. Kandungan utama dalam biogas adalah metana dan karbon dioksida. Biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar kendaraan maupun untuk menghasilkan listrik 

Gas bio yang terbentuk dapat dijadikan bahan bakar karena mengandung gas metan (CH4) dalam persentase yang cukup tinggi. Komponen gas bio selengkapnya adalah sebagai berikut:

Komponen penyusun gas bio
  • Metan (CH4) 54%-70%
  • Karbondioksida (CO2) 27%-35%
  • Nitrogen (N2) 0,5%-2%
  • Karbonmonooksida (CO) 0,1%
  • Oksigen (O2) 0,1%
  • Hidrogen Sulfida (H2S) Kecil
Nilai kalori dari 1 meter kubik Biogas sekitar 6.000 watt jam yang setara dengan setengah liter minyak diesel. Oleh karena itu Biogas sangat cocok digunakan sebagai bahan bakar alternatif yang ramah lingkungan pengganti minyak tanah, LPG, butana, batu bara, maupun bahan-bahan lain yang berasal dari fosil.


Proses fermentasi untuk pembentukan gas bio sangat dipengaruhi oleh faktor-faktor lingkungan baik biotis maupun abiotis, selain itu perlu adanya keseimbangan antara tahap non methanogenik dan tahap methanogenik. Faktor-faktor lingkungan yang penting dalam proses yang berlangsung di dalam digester adalah temperatur, konsentrasi padatan, konsentrasi asam-asam volatil, pembentukan scum, konsentrasi scum, konsentrasi nutrien esensial, substansi toksik dan pH.
Limbah biogas, yaitu kotoran ternak yang telah hilang gasnya (slurry) merupakan pupuk organik yang sangat kaya akan unsur-unsur yang dibutuhkan oleh tanaman. Bahkan, unsur-unsur tertentu seperti protein, selulose, lignin, dan lain-lain tidak bisa digantikan oleh pupuk kimia. Pupuk organik dari biogas telah dicobakan pada tanaman jagung, bawang merah dan padi. Jika biogas dibersihkan dari pengotor secara baik, ia akan memiliki karakteristik yang sama dengan gas alam. JIka hal ini dapat dicapai, produsen biogas dapat menjualnya langsung ke jaringan distribusi gas. Akan tetapi gas tersebut harus sangat bersih untuk mencapai kualitas pipeline. Air (H2O), hidrogen sulfida (H2S) dan partikulat harus dihilangkan jika terkandung dalam jumlah besar di gas tersebut. Karbon dioksida jarang harus ikut dihilangkan, tetapi ia juga harus dipisahkan untuk mencapai gas kualitas pipeline. JIka biogas harus digunakan tanpa pembersihan yang ektensif, biasanya gas ini dicampur dengan gas alam untuk meningkatkan pembakaran. Biogas yang telah dibersihkan untuk mencapai kualitas pipeline dinamakan gas alam terbaharui.

Biogas ini adalah energi alternatif hasil fermentasi dari kotoran organik yang menghasilkan gas metan. Pembuatan dan penggunaan biogas sebagai energi seperti layaknya energi dari kayu bakar, minyak tanah, gas, dan sebagainya sudah dikenal sejak lama, terutama di kalangan petani Inggris, Rusia dan Amerika Serikat. Sedangkan di Benua Asia, tercatat negara India sebagai pelopor dan pengguna energi biogas yang sangat luas, bahkan sudah disatukan dengan WC biasa. 

Berikut adalah proses pembuatan biogas dari kotoran ternak:

  • Yang pertama dilakukan adalah menyediakan wadah atau bejana untuk mengolah kotoran organik menjadi biogas. Kalau hanya diperuntukkan secara pribadi, cukup menggunakan bak yang terbuat dari semen yang cukup lebar atau drum bekas yang masih cukup kuat. Selain itu perlunya kesediaan kotoran hewan (baik sapi maupun kambing) yang merupakan bahan baku biogas. Kalau sulit mencari kotoran hewan, maka percuma aja. Untuk itu diperlukan survey terlebih dahulu. Atau kalau mau sedikit niat, septik tank bisa dimanfaatkan seperti yang dilakukan di India.
  • Proses kedua adalah mencampurkan kotoran organik tersebut dengan air. Biasanya campuran antara kotoran dan air menggunakan perbandingan 1:1 atau bisa juga menggunakan perbandingan 1:1,5. Air berperan sangat penting di dalam proses biologis pembuatan biogas. Artinya jangan terlalu banyak (berlebihan) juga jangan terlalu sedikit (kekurangan).
  • Temperatur selama proses berlangsung, karena ini menyangkut "kesenangan" hidup bakteri pemroses biogas antara 27 - 28 derajat celcius. Dengan temperatur itu proses pembuatan biogas akan berjalan sesuai dengan waktunya. Tetapi berbeda kalau nilai temperatur terlalu rendah (dingin), maka waktu untuk menjadi biogas akan lebih lama.
  • Kehadiran jasad pemroses, atau jasad yang mempunyai kemampuan untuk menguraikan bahan-bahan yang akhirnya membentuk CH4 (gas metan) dan CO2. Dalam kotoran kandang, lumpur selokan ataupun sampah dan jerami, serta bahan-bahan buangan lainnya, banyak jasad renik, baik bakteri ataupun jamur pengurai bahan-bahan tersebut didapatkan. Tapi yang menjadi masalah adalah hasil uraiannya belum tentu menjadi CH4 yang diharapkan serta mempunyai kemampuan sebagai bahan bakar.
  • Untuk mendapatkan biogas yang diinginkan, bak penampung (bejana) kotoran organik harus bersifat anaerobik. Dengan kata lain, tangki itu tak boleh ada oksigen dan udara yang masuk sehingga sampah-sampah organik yang dimasukkan ke dalam bioreaktor bisa dikonversi mikroba. Keberadaan udara menyebabkan gas CH4 tidak akan terbentuk. Untuk itu maka bejana pembuat biogas harus dalam keadaan tertutup rapat.
  • Setelah proses ini selesai, maka selama dalam kurun waktu 1 minggu didiamkan, maka gas metan sudah terbentuk dan siap dialirkan untuk keperluan memasak. Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memanfaatkan biogas. Seperti misalnya sifat biogas yang tidak berwarna, tidak berbau dan sangat cepat menyala. Karenanya kalau lampu atau kompor mempunyai kebocoran, akan sulit diketahui secepatnya. Berbeda dengan sifat gas lainnya, sepeti elpiji, maka karena berbau akan cepat dapat diketahui kalau terjadi kebocoran pada alat yang digunakan. Sifat cepat menyala biogas, juga merupakan masalah tersendiri. Artinya dari segi keselamatan pengguna. Sehingga tempat pembuatan atau penampungan biogas harus selalu berada jauh dari sumber api yang kemungkinan dapat menyebabkan ledakan kalau tekanannya besar.

Alat dan bahan yang dibutuhkan untuk membuat instalasi biogas sederhana


Alat. Alat yang digunakan dalam membuat Biogas adalah sekop, cangkul, plastik polyethilen, ember, pipa pralon, termometer, gelas ukur, kertas pH, pengaduk, karet pengikat, plastik penampung gas dan selang.

Bahan. Bahan yang digunakan dalam membuat Biogas adalah feses sapi,feses ayam, air, dan starter.

Cara Membuat Instalasi Biogas Sederhana


Pembuatan biogas pertama kali adalah dengan membuat digester dari plastik polietilen. Plastik disusun rangkap untuk mengantisipasi kebocoran dan ujungnya digunakan pipa sebagai inlet dan outlet. Pipa inlet dan outlet diletakkan sejajar sehingga jika sudah penuh digester yang diisi maka akan keluar melalui outlet. Hal tersebut juga dibuat sejajar dengan volume digester dalam kondisi 80%-85%. Bagian tengah diberi saluran sebagai tempat keluarnya gas yang terbentuk. Saluran gas di sambung dengan pipa pralon yang ukurannya lebih kecil dari pipa pada inlet dan outlet. Kemudian di beri penampung dan kran penutup. Pada ujung saluran disusun sebuah kompor yang digunakan sebagai pengujian gas yang terbentuk. Digester dibuat sedemikian rupa sehingga tidak terjadi kebocoran. Pertama digester diisi dengan feses sapi dan air yang dicampur hingga homogen. Larutan atau campuran tersebut diukur pH dan suhu pada bak pencampuran, inlet dan outlet. Setelah dilakukan pengukuran suhu dan pH, larutan dimasukkan kedalam digester sekitar 85% dari volume digester yang digunakan. Untuk menampung gas yang dihasilkan dalam pembuatan biogas ini dipergunakan penampung. Gas yang terbentuk akan terlihat dalam penampung yang menggelembung.

Sabtu, 14 November 2015

Mengenal Kerbau Kundi, Kerbau Perah dengan Tanduk seperti Pancing

Kerbau Kundi pada mulanya diketemukan di daerah Shindi sehingga dikenal sebagai Shindi Murrah. Nama Kundi bermula dari istilah yang ditimbulkan oleh adanya bentuk tanduk kerbau ini yang mirip dengan bentuk pancing . 

Tanda-tanda kerbau Kundi : warna kulit biasanya hitam tetapi ada juga warna coklat terang, dasar tanduk tebal, mengarah kebelakang, atas dan akhirnya melengkung membentuk ukiran seperti pancing. Dahi cukup menonjol, muka cekung dengan mata kecil dan bercahaya. Bentuk badan kecil, lebih kecil dari pada Nili dan Ravi


Tubuh ternak ini pada bagian belakang massiv dan mempunyai ambing yang besar dengan vena susu menonjol dan puting besar, seragam, dan berjarak lebar. Kerbau Kundi dikenal juga sebagai kerbau putih oleh karena adanya warna putih berbentuk bintang pada dahi. 

Baca juga : 5 Kerbau Perah Terpopuler

Tanda ini menyebabkan kerbau Kundi mendapat penilaian tinggi. Bagian tracak dan bulu kipas ekor berwarna putih. Berat badan rata-rata 320 – 450 kg dan produksi susu dapat mencapai 2.000 kg dalam masa laktasi 300 hari.

Kamis, 12 November 2015

Mengenal Kerbau Surti atau Surati, Kerbau Paling Terkenal di India

Kerbau Surti atau Surati adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal didaerah Gujarat, negara bagian Bombay di antara sungai Mahi dan Sabarmati. Kerbau Surti dikenal sebagai penghasil susu yang baik, produksi susu rata-rata 1.655,5 kg per laktasi dengan kadar lemak 7,5 %. Bentuk tubuhnya besar dan baik, kaki agak pendek, tanduk menengah dan berbentuk bulan sabit, kulit berwarna antara hitam dan coklat. Terdapat warna putih berbentuk huruf V pada tubuhnya, yang satu terdapat di sekitar rahang bawah dari telinga sampai telinga satunya, dan yang lain terdapat di atas bagian brisket atau gelambir.

Bulu kipas ekor berwarna putih. Kerbau Surti dengan warna putih pada dahi, kaki dan bulu kipas ekor paling disukai. Muka dan moncongnya bersih dengan lubang hidung yang relatif besar, telinga berukuran sedang dengan warna kemerahan dibagian sebelah dalamnya.


Leher cukup panjang dan pipih pada yang betina, tetapi tampak tebal dan massiv pada yang jantan. Tubuh pada ternak betina bagian depan sempit, semakin kebelakang semakin lebar dan besar, punggung lurus dan lebar serta gumba segaris dengan garis punggungnya. 

Baca juga : 5 Kerbau Perah Terpopuler

Ambing ternak ini berkembang baik dengan warna merah jambu dan puting berukuran sedang dengan jarak yang cukup lebar, dan vena susu kelihatan menonjol. Tinggi gumba, panjang badan dan berat badan kerbau jantan 130,8 cm; 154,2 cm; dan 670 kg, sedangkan pada yang betina 124,5 cm; 138,4 cm; dan 540 kg.

Rabu, 11 November 2015

5 Kerbau Perah Terpopuler

Kerbau pada umumnya dipelihara oleh petani-peternak kecil dan digunakan sebagai ternak kerja dan tujuan kedua sebagai penghasil susu dan daging. Jumlah kerbau di dunia berkisar 126 juta ekor, yang 122 juta ekor diantaranya dipelihara di negara-negara berkembang di Asia, antara lain Bangladesh (0,5 juta), Burma (1,9 juta), Daratan Cina (30,1 juta), India (60,7 juta), Indonesia (2,3 juta), Iran (0,2 juta), Pakistan Barat (11,3 juta), dan Thailand (5,5 juta).

Sekitar 40 % jumlah kerbau di Indonesia dipelihara di pulau Jawa, dengan pemilikan rata-rata 2 ekor per peternak kerbau. Hanya sekitar 5 % populasi kerbau di Indonesia merupakan kerbau perah yaitu jenis kerbau sungai (river buffalo), sedang 95 % populasi kerbau merupakan kerbau kerja yang merupakan jenis kerbau lumpur (swamp buffalo). Kerbau perah di Indonesia banyak diternakkan di daerah sekitar Medan, Sumatera Utara. Kerbau ini berkembang di daerah Medan karena diternakkan oleh bekas pekerja perkebunan keturunan India.

Baca juga :

Yang termasuk bangsa kerbau perah diantaranya adalah :

Kerbau Murrah

Kerbau Murrah adalah salah satu bangsa kerbau yang banyak diternakkan di Indonesia, khususnya di daerah sekitar Medan Sumatera Utara



Kerbau Nili

Kerbau Nili adalah kerbau keturunan kerbau Murrah yang hidup di daerah lembah sungai Sutley di Pakistan. Nili berarti biru yang mencerminkan warna sungai Sutley



Kerbau Ravi

Kerbau Ravi adalah kerbau keturunan kerbau Murrah yang hidup di daerah Ravi di Pakistan. Ravi sering disebut sebagai bangsa Sundal bar. 



Kerbau Kundi

Kerbau Kundi pada mulanya diketemukan di daerah Shindi sehingga dikenal sebagai Shindi Murrah. Nama Kundi bermula dari istilah yang ditimbulkan oleh adanya bentuk tanduk kerbau ini yang mirip dengan bentuk pancing.



Kerbau Surti atau Surati

Kerbau Surti atau Surati adalah bangsa kerbau perah yang sangat dikenal didaerah Gujarat, negara bagian Bombay di antara sungai Mahi dan Sabarmati. Kerbau Surti dikenal sebagai penghasil susu yang baik.



Selasa, 10 November 2015

KARAKTERISTIK RUMPUT KOLONJONO

Rumput kolonjono memiliki nama lain Brachiaria mutica, Panicum muticum, Para grass, dan Buffalo grass. Rumput kolonjono berasal dari Afrika dan Amerika Selatan tropik, sekarang rumput ini tersebar sebagai makanan ternak didaerah tropik basah dan sub tropik. Rumput tumbuh paling baik pada tanah yang basah dan tahan terhadap genangan air, tetapi tumbuhnya terhambat pada musim kemarau. Rumput kolonjono dipergunakan sebagai rumput potongan untuk makanan ternak, hay atau disenggut ternak dan penggembalaan harus dilakukan secara rotasi, karena tidak taham penggembalaan berat. Rumput dapat dipotong tiap 6-8 minggu (Reksohadiprojo, 1985).

Rumput kolonjono tumbuh baik di daerah yang mempunyai ketinggian tidak  lebih dari 1200 m dpl. dengan curah hujan tahunan 1000 mm. Rumput kolonjono sering tumbuh di sepanjang aliran sungai. Peternak biasanya menanam rumput kolonjono ditanam dipinggiran ladang atau sawah. Untuk peternakan dengan skala besar, rumpu ini ditanam pada lahan penanaman yang luas dan dibuat rotasi. Maksudnya berotasi adalah Penanaman dan pemotongan di setiap petak lahan dilakukan bergantian agar ketersedian rumput dapat secara terus menerus. Penanamannya bisa dengan stek kemudian ditanam dalam lokasi yang sudah digemburkan dengan pacul. Setelah ditanam bila kebetulan musim penghujan maka tinggal memupuk dengan pupuk kandang atau pupuk urea dan menyiangi dari gulma. Untuk saat musim kemarau tanaman ini harus disiram. Setelah berumur sekitar 2 bulan rumput siap dipotong. Pemotongan dilakukan sekitar 5cm dari tanah apabila terlalu panjang maka pertumbuhan rumput ini jelek dan akan menyusahkan pemotongan berikutnya.
Nilai gizi rumput ini cukup tinggi dan diakui para peternak sebagai makanan ternak yang baik, bila rumput masih muda dan remah batangnya yang masih muda dapat dijadikan rumput kering atau silase (Rismunandar, 1986). Kandungan nutrisi rumput kolonjono yaitu BK 8,59%, PK 1,31%, LK 43,41%, SK 12,80%, BETN 33,89% (Lubis, 1992).

Sumber:
Lubis, D.A.. 1992. Ilmu Makanan Ternak. Penerbit. PT. Pengembangan Jakarta.
Reksohadiprojo, S. 1985. Produksi Tanaman Hijauan Makana Ternak Tropik. BPFE, Yogyakarta.
Rismunandar. 1986. Mendayagunakan Tanaman Rumput. Penerbit Sinar Baru, Bandung.