Ternak

Kamis, 09 April 2015

FUNGSI DAN SYARAT KANDANG TERNAK

Kandang merupakan salah satu kebutuhan penting dalam usaha peternakan. Kandang adalah struktur atau bangunan di mana hewan ternak dipelihara. Fungsi utama kandang adalah untuk menjaga supaya ternak tidak berkeliaran dan memudahkan pemantauan serta perawatan ternak. Terdapat banyak sekali jenis kandang, baik berdasarkan tipe maupun bahan yang digunakan untuk membuat kandang tersebut, sedangkan penggunaannya disesuaikan dengan kebutuhan. secara tidak langsung kandang juga mempengaruhi kualitas dan kuantitas hasil peternakan. Kandang yang fungsional akan menambah pendapatan bagi para pemiliknya. Kali ini saya akan membahas tentang fungsi dan syarat-syarat suatu kandang.
A.  Fungsi kandang
1. Memudahkan pengelolaan ternak dalam proses produksi seperti pemberian pakan, minum, pengelolaaan kotoran/ limbah dan perkawinan.
2.   Menjaga keamanan ternak dari pencurian.
3.   Meningkatkan efisiensi penggunaan tenaga kerja.
4.   Melindungi ternak dari perubahan cuaca atau iklim yang ekstrim (panas, hujan dan angin).
5.   Mencegah dan melindungi ternak dari penyakit.

B.  Persyaratan kandang
Pembuatan kandang untuk ternak perlu memperhatikan beberapa persyaratan antara lain dari segi teknis, ekonomis,  kesehatan kandang (ventilasi kandang, pembuangan kotoran), efisiensi pengelolaan dan kesehatan lingkungan sekitarnya.

C.  Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pembuatan kandang adalah sebagai berikut:
1.   Kandang hendaknya dibuat dari bahan yang murah tetapi kuat, serta mudah didapatkan dari daerah sekitar.
2.   Tidak banyak dilewati lalu lintas umum
3.   Kandang mudah dibersihkan.
4.   Kandang terletak jauh dari tempat tinggal.
5.   Pertukaran udara di dalam kandang dapat berlangsung dengan baik.
6.   Sinar matahari dapat masuk ke dalam kandang.
7.   Lingkungan kandang bersih dan kering.

D.  Pemilihan lokasi:
Pertimbangan yang harus dilakukan dalam memilih lokasi antara lain adalah :
1.   Ketersediaan sumber  air untuk minum, memandikan dan membersihkan kandang ternak,
2.   Dekat dengan sumber pakan
3.   Kemudahan akses transportasi untuk penyediaan pakan dan pemasaran, 
4.   Tersedia areal untuk perluasan jika dibutuhkan,
5. Lokasi lebih tinggi dari sekelilingnya sehingga memudahkan untuk pembuangan limbah dan menghindari genangan air pada waktu hujan, 
6.   Jarak kandang dengan bangunan umum dan perumahan minimal 10 m, 
7.   Tidak mengganggu kesehatan lingkungan,
8.   Relatif jauh dari jalan umum.
9.   Limbah ternak dapat tersalur dengan baik. 

E.   Konstruksi:
Konstruksi sangat menentukan ketahanan bangunan,kandang harus dibuat sekokoh mungkin sehingga mampu menahan beban dan benturan serta dorongan yang kuat dari ternak, mudah dibersihkan, mempunyai sirkulasi udara yang baik sehingga  tidak lembab dan tersedia tempat penampungan kotoran beserta saluran drainasenya.
Konstruksi kandang dirancang sesuai dengan agroklimat wilayah setempat, tujuan pemeliharaan, dan status fisiologis ternak. Untuk dataran tinggi model kandang sapi Potong yang baik adalah lebih tertutup untuk melindungi ternak dari cuaca  dingin, sedangkan untuk dataran rendah kebalikannya yaitu bentuk kandang yang lebih tinggi dan lebih terbuka. Tipe dan bentuk kandang disesuaikan dengan  status fisiologis dan pola pemeliharaan ternak seperti kandang pembibitan, penggemukan, pembesaran, kandang beranak/ menyusui dan kandang pejantan.

F.   Bahan kandang:
Bahan kandang hendaknya disesuaikan dengan tujuanusaha dan kemampuan ekonomi. Dalam memilih  bahan kandang hendaknya dipilih bahan lokal yang banyak tersedia dan minimal tahan digunakan untuk jangka waktu 5 – 10 tahun agar sealam waktu itu kita sudah mempunyai keuntungan/ modal lagi untuk membuat kandang.
FUNGSI DAN SYARAT KANDANG TERNAK
G.  Bagian-bagian kandang seperti
1.   Lantai kandang 
Lantai untuk ternak sapi harus  kuat, tahan lama, tidak licin dan tidak terlalu kasar, mudah dibersihkan dan mampu menopang beban yang ada diatasnya. Dapat berupa tanah yang dikeraskan, beton, pasir semen (PC) dan kayu yang kedap air. Tingkat kemiringan lantai kandang sangat penting untuk menjaga drainase kandang. Tingkat kemiringan lantai tidak boleh lebih dari 5% artinya perbedaan tinggi antara lantai depan dengan lantai belakang pada setiap panjang lantai 1 meter tidak boleh lebih dari 5 cm.
Untuk ternak kambing atau domba, Lantai kandang berkolong dapat dibuat dari bilah bambu atau kayu. Lebar bilah sekitar 3 cm dan jarak antar bilah sekitar 5 cm. Jarak antar bilah tidak tidak boleh terlalu rapat agar kotoran dapatjatuh ke kolong, tetapi juga tidak boleh terlalu longgar agar kaki kambing/ domba tidak terperosok ke bawah. Jarak lantai dari permukaan tanah 60-80 cm.
2.   Kerangka kandang
Kerangka kandang dapat dibuat dari bahan yang tersedia di lingkungan sekitar seperti bambu atau kayu. Kerangka kandang harus dibuat dengan bahan-bahan yang mempunyai kekuatan dan ketahanan yang lama
3.   Atap kandang.
Atap kandang berguna untuk menghindarkan temak dari air hujan dan terik matahari serta menjaga kehangatan pada malam hari. Bahan atap dapat dibuat dari genting, ilalang, daun kelapa atau daun tebu. Atap kandang hendaknya dibuat miring sekitar 30 derajat, agar air hujan dapat lancar mengalir. Ketinggian atap hendaknya tidak terlalu rendah agar kandang tidak terasa panas. Teras kandang harus cukup lebar, agar tampias hujan tidak mengganggu ternak. Untuk daerah kering beriklim kering  sebaiknya ketingggian atap minimal 3,5 meter untuk menjamin sirkulasi udara didalam kandang.
4.   Dinding kandang.
Dinding kandang berguna untuk membentengi. ternak agar tidak lepas, menahan angin, dan menahan suhu udara agar tetap nyaman. Dinding kandang domba dapat dibuat dari papan, bilah bambu atau anyaman bambu untuk ternak sapi dapat memakai besi atau dinding. Di daerah yang anginnya kencang, dinding tertutup rapat setinggi ternak, sehingga ternak tidak terkena terpaan angin secara langsung.
Sumber:
Farida. S. M. dan Kaharudin. 2010. Petunjuk Praktis Perkandangan Sapi. Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Ntb. Mataram

Tidak ada komentar:

Posting Komentar