Ternak

Rabu, 16 Desember 2015

Penentuan Kebutuhan Nutrisi Ternak

Memformulasi ransum yang harus memenuhi kebutuhan nutrien ternak untuk berbagai fungsi fisiologis, dibutuhkan informasi tentang kebutuhan nutrien untuk fungsi-fungsi tersebut dan kandungan nutrien dalam pakan yang tersedia yang akan diberikan pada ternak untuk memenuhi kebutuhannya. Sejumlah metoda telah digunakan untuk menentukan kebutuhan ternak dan nilai gizi pakan. Salah satu yang umum adalah dengan pengamatan kejadian defisiensi secara alami dan kemudian menambahkan komponen yang kurang tersebut ke dalam pakan untuk mengatasi defisiensi tersebut. Penentuan jumlah mineral dan vitamin dalam ransum ternak banyak ditentukan dengan cara tersebut. Jumlah material yang dibutuhkan dalam ransum ditentukan dalam percobaan pakan.

Percobaan pakan (Feeding trial)

Percobaan pakan adalah suatu percobaan yang dikontrol dimana jumlah dan komposisi pakan yang diberikan pada ternak diukur dan respons fisiologis ternak diukur dalam terminologi maintenance, produksi susu, pertumbuhan dan reproduksi. Sebagai contoh, dua macam pakan dapat dibandingkan dengan satu macam pakan sebagai kontrol dan yang kedua merupakan perlakuan adanya tambahan atau pengurangan nutrien. Respons ternak terhadap kedua ransum dapat diguna-kan sebagai parameter evaluasi kuantitas dari komponen dalam ransum.


Percobaan Pencernaan (Digestion trial).

Suatu percobaan pencernaan biasanya digunakan untuk mengetahui / menentukan kecernaan komponen kimiawi suatu bahan pakan. Percobaan pencernaan yang paling sederhana termasuk pemberian pakan ternak dengan pakan tertentu selama periode tertentu sehingga ternak menjadi terbiasa dengan pakan tersebut. Sebagai bagian dari percobaan kecernaan yang nyata, jumlah pakan yang dikonsumsi setiap hari dan komposisi kimia bahan pakan dianalisis. Feses juga ditimbang dan dianalisis setiap hari. Kecernaan pakan tersebut ditentukan dengan mengurangi jumlah komponen dalam feses dari yang terkandung dalam pakan yang dikonsumsi. Kecernaan dinyatakan sebagai jumlah yang dikonsumsi dikurangi yang terkandung dalam feses dibagi dengan yang terkandung dalam pakan yang dikonsumsi.

Satu contoh percobaan kecernaan sebagai berikut : Asumsikan bahwa pedet jantan mengkonsumsi 20 lbs hay rumput mengandung 12 % protein per hari. Jadi 2,4 lbs protein dikonsumsi tiap hari. Apabila ternak mengeluarkan feses 50 lbs per hari dengan kadar protein 1,4%, sehingga total protein yang dikeluarkan dalam feses 0,7 lbs. Perbedaan jumlah yang dimakan (2,4 lbs) dikurangi jumlah dalam feses (0,7 lbs) merupakan suatu jumlah yang diasumsikan diabsorbsi oleh tubuh (1,7 lbs). Kemudian 1,7 dibagi dengan 2,4 dikalikan dengan 100 % merupakan koefisien kecernaan, yang mana untuk hay tersebut adalah 70,8 %. Dengan cara dan perhitungan yang sama dapat digunakan untuk komponen yang lain.

Percobaan kecernaan dapat digunakan untuk mengukur nilai energi dan protein pakan. Kebutuhan energi ternak dan suplai energi dari pakan dapat diukur lebih tepat dengan metoda yang lain. Dalam pengukuran yang lebih tepat ini, energi yang hilang lewat urine, gas yang terlepas dalam rumen, panas tubuh (heat increament) juga diperhitungkan. Metode ini membutuhkan monitoring yang lengkap dari konsumsi pakan dan pengukuran urine dan feses yang dikeluarkan, gas dan panas yang hilang. Ini akan didiskusikan lebih rinci dalam matakuliah Ilmu Makanan Ternak.

Percobaan Pakan Berimbang (Balance Ration Trials)

Balance atau keseimbangan nutrien hampir sama dengan percobaan kecernaan, kecuali bahwa semua nutrien yang dikeluarkan dalam semua ekskreta diukur. Sebagai contoh menentukan balance nitrogen, nitrogen yang dikeluarkan dalam urine, demikian juga dalam feses diukur. Untuk sapi laktasi, nitrogen yang dikeluarkan dalam susu juga diukur. Kebutuhan untuk nitrogen dapat ditentukan dengan cara ini. Apabila ternak dalam imbangan negatif nitrogen (jumlah yang dikeluarkan dalam feses, urine dan susu lebih besar daripada yang diabsorbsi), diberikan sejumlah protein dalam pakan untuk menyeimbangkan antara kebutuhan dan konsumsinya.

Percobaan keseimbangan mineral, sama dengan percobaan keseimbangan nitrogen, dapat digunakan untuk satu atau lebih mineral. Problem khusus dalam percobaan keseim-bangan mineral adalah perubahan dalam komposisi tubuh dapat terjadi, dan perubahan ini (khususnya deposisi kalsium dan phosphor dalam tulang) tidak dapat diukur dengan pengamatan dari luar saja.

Percobaan Pemotongan Ternak (Slaughter Trials)

Dalam beberapa percobaan keseimbangan dan pemberian pakan, terutama yang ditekankan pada perubahan pertumbuhan dan komposisi tubuh, percobaan dengan pemotongan ternak digabungkan dengan percobaan pakan. Perubahan tulang, otot, dan komposisi lemak yang merupakan hasil dari perubahan ransum dapat dianalisis. Tipe percobaan ini biasanya digunakan untuk pertumbuhan dan penggemukan ternak dan jarang digunakan untuk ternak dewasa dan laktasi.

Katabolisme Puasa (Fasting Katabolism).  Kebutuhan maintenance dari berbagai jenis ternak ditentukan dengan studi katabolisme puasa, yang mana ternak tidak diberi pakan. Nutrien yang diperlukan untuk respirasi, sirkulasi, pemeliharaan  tonus otot, produksi sekresi internal, dan kebutuhan untuk aktivitas lain dari ternak yang dipuasakan berasal dari pemecahan jaringan tubuh. Katabolisme puasa diukur dengan jumlah dan komposisi produk sisa yang dikeluarkan melalui berbagai jalur ekskresi.  Energi yang digunakan oleh ternak yang dipuasakan untuk proses-proses ini dituangkan dalam ujud panas dan dapat diukur dalam suatu kalorimeter respirasi atau dengan kalorimetri tidak langsung. Nilai minimal panas yang dilepaskan selama dipuasakan disebut basal metabolic rate (kecepatan proses metabolisme basal) ternak. Jumlah panas yang dikeluarkan berhubungan dengan luas permukaan tubuh, dan sekarang secara praktis umum, apabila menyatakan energi metabolisme ternak, menggunakan berat badan metabolik (BB0,73) daripada luas permukaan. Nitrogen katabolisme dapat diukur dengan cara yang sama.

Kebutuhan maintenance yang riel lebih tinggi daripada nilai katabolisme puasa, sebab ternak membutuhkan tambahan energi, protein dan nutrien lain untuk gerak tubuh normal, energi khusus dibutuhkan untuk pencernaan pakan. Penelitian telah mengalikan nilai basal metabolik dengan faktor sekitar 2 untuk mengestimasikan kebutuhan energi tercerna dari ternak.  Energi tercerna akan dibahas lebih jelas dalam pembahasan lain.

Standar Pemberian Pakan (Feeding Standards)

Informasi kebutuhan nutrien dari berbagai sumber merupakan basis untuk formulasi standar pakan. Standar pakan adalah tabel-tabel nilai nutrien dan jumlah dari masing-masing nutrien yang dibutuhkan oleh berbagai spesies untuk fungsi-fungsi fisiologis, maintenance, pertumbuhan, penggemukan, reproduksi, dan laktasi.  Informasi ini serta informasi kimia dan kecernaan pakan merupakan alat yang penting untuk memformulasi ransum guna memenuhi kebutuhan ternak.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar